Share This
<- Kembali

Melakukan Analisis Kontrol Kualitas bagi Koordinator Area Manufaktur

Tentang Pelatihan Ini

Sebuah produk akan dapat dikatakan memenuhi kebutuhan pelanggan apabila kualitasnya terpenuhi. Dengan demikian, proses produksi manufaktur tidak akan terlepas dari kontrol kualitas. Kontrol kualitas yang baik, dilakukan pada tahap produksi, akan menghasilkan produk yang baik pula. Inilah peran penting seorang koordinator area manufaktur untuk memastikan kontrol kualitas dijalankan dengan baik agar produk yang dihasilkan tetap berkualitas dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

 

Tanpa adanya pengawasan, proses produksi dapat berjalan di luar dari batas kualitas yang sudah ditentukan. Dengan demikian, kemampuan analisis kontrol kualitas sangatlah penting untuk dikembangkan oleh koordinator area manufaktur. Terlebih lagi, dalam Indonesia's Occupational Tasks and Skills, yang biasa disebut sebagai IndoTask, pada tahun 2020, analisis kontrol kualitas merupakan salah satu keterampilan penting yang wajib dikembangkan oleh koordinator area manufaktur. Melalui pelatihan online ini, Anda akan belajar bagaimana melakukan analisis kontrol kualitas dengan baik agar Anda tetap dapat menghasilkan produk yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

 

Adapun tujuan umum dari pelatihan online ini adalah peserta dapat melakukan analisis kontrol kualitas dalam proses produksi untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Apa syarat untuk mengikuti pelatihan ini?

  • Tidak ada.

Apa yang akan saya dapatkan dari pelatihan ini?

  • Menyebutkan deskripsi kerja koordinator area manufaktur
  • Menjelaskan pentingnya manajemen kualitas dalam tugas koordinator area manufaktur
  • Menjelaskan contoh implementasi quality improvement dalam proses manufaktur
  • Menjelaskan beberapa teknik berpikir analitis
  • Menggunakan teknik SWOT Analysis untuk memecahkan masalah produksi
  • Menjelaskan prinsip-prinsip penerapan manajemen Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (3KLH) dengan disiplin
  • Membuat Scatter Diagram untuk menganalisis kualitas hasil produksi manufaktur
  • Membuat Control Chart secara teliti untuk memastikan kontrol kualitas berjalan dengan baik
  • Membuat tabel implementasi solusi dalam upaya mempertahankan kontrol kualitas produksi manufaktur

Siapa yang cocok menjadi peserta pelatihan ini?

  • Koordinator area manufaktur dari berbagai bidang industri
  • Calon koordinator area manufaktur dari berbagai bidang industri
  • Personil produksi dalam industri manufaktur
  • Personil quality control dalam industri manufaktur
  • Setiap orang yang ingin mengembangkan kemampuan analisis kontrol kualitas pada tugas pekerjaannya dalam bidang manufaktur
  • Tingkat Pendidikan: minimal SMA/SMK/yang setara

Kurikulum

Lecture 1: Pre Test/Quiz
Lecture 1: Tugas-Tugas Koordinator Area Manufaktur
04:33
Lecture 2: Sikap Kerja Koordinator Area Manufaktur yang Perlu Dikembangkan
04:44
Lecture 3: Video: Karakteristik Koordinator yang Baik
Lecture 4: Studi Kasus Sikap Kerja Koordinator Area Manufaktur
04:21
Lecture 5: Lembar Belajar: Mengembangkan Sikap Kerja Koordinator Area Manufaktur
15:00
Lecture 6: Quiz: Mengenal Profesi Koordinator Area Manufaktur
Lecture 1: Pengertian Kualitas
05:58
Lecture 2: Standar Kualitas
05:43
Lecture 3: Toleransi pada Standar Kualitas
04:43
Lecture 4: Artikel: Pertanyaan Untuk Mendapatkan Umpan Balik Tentang Kualitas Produk
06:00
Lecture 5: Potensi Masalah yang Ditimbulkan oleh QC yang Buruk
03:41
Lecture 6: Apa yang Dimaksud Manajemen Kualitas
04:10
Lecture 7: Quality Planning dan Quality Control
04:25
Lecture 8: Lembar Belajar: Quality Planning
15:00
Lecture 9: Quality Assurance
04:27
Lecture 10: Video: Quality Planning vs Quality Assurance vs Quality Control
Lecture 11: Quiz: Manajemen Kualitas sebagai Koordinator Area Manufaktur
Lecture 1: Quality Improvement
04:05
Lecture 2: Video: Quality Improvement (Animasi)
Lecture 3: Metode Quality Improvement
07:35
Lecture 4: Lembar Belajar: PDSA untuk Quality Improvement
20:00
Lecture 5: Implementasi Quality Improvement: DMAIC (DEFINE)
04:39
Lecture 6: Implementasi Quality Improvement: DMAIC (MEASURE)
04:38
Lecture 7: Implementasi Quality Improvement: DMAIC (ANALYZE)
03:10
Lecture 8: Implementasi Quality Improvement: DMAIC (IMPROVE)
02:45
Lecture 9: Implementasi Quality Improvement: DMAIC (CONTROL)
05:22
Lecture 10: Lembar Belajar: Implementasi Quality Improvement (DMAIC)
30:00
Lecture 11: Quiz: Quality Improvement untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Manufaktur
Lecture 1: Definisi Analytical Thinking
05:10
Lecture 2: Video: Analytical Thinking in 4 Steps
Lecture 3: Manfaat Analytical Thinking
04:14
Lecture 4: Hubungan antara Analytical Thinking dan Critical Thinking
03:40
Lecture 5: Artikel: Berpikir Analitis dan Kreatif
03:00
Lecture 6: Teknik Analytical Thinking dalam Pemecahan Masalah: SWOT Analysis
04:38
Lecture 7: Video: Example: Starbucks SWOT Analysis
Lecture 8: Lembar Belajar: SWOT Analysis
20:00
Lecture 9: Teknik Analytical Thinking dalam Pemecahan Masalah: Dimensional Analysis
04:53
Lecture 10: Lembar Belajar: Dimensional Analysis
25:00
Lecture 11: Teknik Analytical Thinking dalam Pemecahan Masalah: Input-Output Analysis
04:13
Lecture 12: Teknik Analytical Thinking dalam Pemecahan Masalah: Inversion Analysis
03:02
Lecture 13: Lembar Belajar: Inversion Analysis
10:00
Lecture 14: Teknik Analytical Thinking dalam Pengambilan Keputusan: Force Field Analysis
04:06
Lecture 15: Video: Force Field Analysis Example
Lecture 16: Teknik Analytical Thinking dalam Pengambilan Keputusan: Decision Matrix Analysis
06:03
Lecture 17: Lembar Belajar: Decision Matrix Analysis
30:00
Lecture 18: Implementasi Analytical Thinking di dalam Pekerjaan
03:49
Lecture 19: Video: Questions to Sharpen Your Analitical Thinking
Lecture 20: Studi Kasus Analytical Thinking sebagai Koordinator Area Manufaktur
04:17
Lecture 21: Quiz: Analytical Thinking dalam Pekerjaan Koordinator Area Manufaktur
Lecture 1: Pendahuluan K3LH
04:11
Lecture 2: Teori Kecelakaan Kerja
05:40
Lecture 3: Video: Kecelakaan Kerja K3
Lecture 4: Dasar Hukum K3LH
04:22
Lecture 5: Kebijakan K3LH
07:26
Lecture 6: Lembar Belajar: Kebijakan K3LH
20:00
Lecture 7: Komitmen Manajemen
04:34
Lecture 8: Target K3LH
06:10
Lecture 9: Pengendalian Bahaya dan Risiko Kecelakaan Kerja [Bagian 1]
06:06
Lecture 10: Pengendalian Bahaya dan Risiko Kecelakaan Kerja [Bagian 2]
04:38
Lecture 11: Video: Perbedaan Bahaya dan Risiko
Lecture 12: Lembar Belajar: Identifikasi Risiko Bahaya di Area Kerja
15:00
Lecture 13: Peraturan Lingkungan Hidup
05:05
Lecture 14: Implementasi K3LH [Bagian 1]
08:29
Lecture 15: Implementasi K3LH [Bagian 2]
03:39
Lecture 16: Lembar Belajar: Kontrol Risiko Bahaya
30:00
Lecture 17: Kunci Keberhasilan Implementasi K3LH
06:11
Lecture 18: Video: Tips Menjaga Keselamatan Tempat Kerja
Lecture 19: Quiz: Manajemen Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup
Lecture 1: Sejarah Metode 7 Alat Pengendalian Kualitas (7 QC Tools)
04:25
Lecture 2: Penggunaan 7 Alat Pengendalian Kualitas (7 QC Tools) dalam Kehidupan Sehari-hari
04:30
Lecture 3: Manfaat 7 Alat Pengendalian Kualitas dalam Tugas Koordinator Area Manufaktur
05:20
Lecture 4: Menggunakan Check Sheet
03:35
Lecture 5: Contoh Penggunaan Check Sheet di dalam Pekerjaan
03:32
Lecture 6: Video: Contoh Penggunaan Check Sheet
Lecture 7: Lembar Belajar: Membuat Check Sheet
15:00
Lecture 8: Menggunakan Scatter Diagram
05:15
Lecture 9: Jenis-Jenis Scatter Diagram
02:33
Lecture 10: Contoh Penggunaan Scatter Diagram di dalam Pekerjaan
04:10
Lecture 11: Video: Contoh Analisis Pola Scatter Diagram
Lecture 12: Lembar Belajar: Membuat Scatter Diagram
08:12
Lecture 13: Menggunakan Histogram
03:06
Lecture 14: Jenis-Jenis Histogram
04:33
Lecture 15: Contoh Penggunaan Histogram di dalam Pekerjaan
02:49
Lecture 16: Lembar Belajar: Membuat Histogram
20:00
Lecture 17: Quiz: 7 QC Tools dalam Tugas Koordinator Area Manufaktur [Bagian 1]
Lecture 1: Menggunakan Stratification
02:48
Lecture 2: Artikel: Metode Stratifikasi, Cara Mudah untuk Mengklasifikasikan Berbagai Data
04:00
Lecture 3: Contoh Penggunaan Stratification di dalam Pekerjaan
02:10
Lecture 4: Lembar Belajar: Membuat Stratification
20:00
Lecture 5: Menggunakan Fishbone Diagram
04:06
Lecture 6: Video: Contoh Menggunakan 5 Why dalam Fishbone Diagram
Lecture 7: Contoh Penggunaan Fishbone Diagram di dalam Pekerjaan
03:31
Lecture 8: Lembar Belajar: Membuat Fishbone Diagram
30:00
Lecture 9: Menggunakan Pareto Diagram
04:01
Lecture 10: Artikel: Mengenal Diagram Pareto
04:00
Lecture 11: Contoh Penggunaan Pareto Diagram di dalam Pekerjaan
02:39
Lecture 12: Lembar Belajar: Membuat Pareto Diagram
20:00
Lecture 13: Menggunakan Control Chart
03:18
Lecture 14: Contoh Penggunaan Control Chart di dalam Pekerjaan
02:44
Lecture 15: Video: Contoh Penggunaan Control Chart
Lecture 16: Lembar Belajar: Membuat Control Chart
20:00
Lecture 17: Tindak Lanjut sebagai Koordinator Area Manufaktur
09:04
Lecture 18: Lembar Belajar: Membuat Tabel Rencana Implementasi Solusi
20:00
Lecture 19: Lembar Belajar: Membuat Problem Identification and Corrective Action
20:00
Lecture 20: Form Tindak Lanjut Implementasi
20:00
Lecture 21: Quiz: 7 QC Tools dalam Tugas Koordinator Area Manufaktur [Bagian 2]
Lecture 1: Final Test
Lecture 1: Sesi Online Live Tanya Jawab (Setiap Jumat, pk. 10.00-11.00 WIB) - MOHON DIKLIK

Instructor(s)

Alberto Christopher, S.T.
Fasilitator STUDiLMU BusinessGrowth dengan latar belakang pendidikan chemical engineer dari Universitas Indonesia ini adalah sosok yang aktif dan senang berkomunikasi. Semasa studi pun Berto sudah aktif berbagi ilmu yang dimilikinya bersama para dosen di kampusnya. Pengalamannya mengajar di depan kelas dan memimpin berbagai event membawa Berto untuk berkecimpung di bidang training and people development.
 
Mengawali karirnya sebelum bergabung di STUDiLMU BusinessGrowth, Berto merupakan seorang leader pada lini produksi di PT CS2 Pola Sehat (Orang Tua Group). Tidak hanya berkutat dengan data dan laporan, pengalamannya sebagai leader pada lini produksi membuat Berto terbiasa untuk berkomunikasi dengan berbagai macam karyawan dan cukup familiar dengan kondisi lapangan.
 
Sebagai salah seorang Leader dan Fasilitator di STUDiLMU BusinessGrowth, Berto juga berpengalaman dalam mengelola dan memimpin dalam beberapa project. Sebagai fasilitator STUDiLMU BusinessGrowth, Berto telah berpengalaman melayani berbagai kelas dengan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Berto dikenal sebagai fasilitator yang energik dan mampu menjadikan materi yang sulit menjadi mudah dalam memfasilitasi pembelajaran peserta di kelas melalui pengalaman-pengalaman yang pernah beliau jalani.
 
Widianto Iswanto, S.T.
Widianto adalah lulusan Executive Class National University of Singapore dan Sarjana Teknik dari Universitas Indonesia. Pengalaman beliau sebagai Director of Engineering, R&D, QC and Business Process Management di PT Griya Miesejati (Bakmi GM Restaurant Chain) serta Supply Chain Director dan Manufacturing & RnD Director di PT Sanghiang Perkasa Kalbe Nutritionals (Kalbe Farma) telah membuatnya ahli di bidang operation, manufacturing dan leadership. Sebelumnya, Widianto juga berpengalaman sebagai manager dan internal konsultan di PT Astra International Tbk bagi Astra group. Beliau sebagai internal konsultan bagi beberapa perusahaan dalam naungan Astra group dan juga membawakan pelatihan Toyota Production System, Consulting Skills, serta beberapa pelatihan mandatory di Astra Group.
 
Widianto juga sering diundang menjadi dosen tamu di Universitas Indonesia, Universitas Widyatama, dan beberapa universitas lainnya. Keahlian beliau dalam operation & productivity management juga membuatnya dipercaya sebagai pengajar dalam topik-topik Business Process Reengineering, Supply Chain Management, Logistic & Distribution, dan Process Improvement. Sekaligus, beliau juga pernah membantu Badan Standarisasi Nasional sebagai instruktur ISO 9000. Passion beliau dalam membagikan pengatahuan dan keahlian yang dimilikinya membuat beliau dikenal sebagai mentor dan pemimpin yang menciptakan pemimpin-pemimpin hebat di generasi mendatang.

 

Share
Close